Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 April 2012

FBB, Front Betawi Bersatu!

Tahun-tahun berlalu menghantar kejayaan organisasi masyarakat Betawi.
Sebut saja POB, Perkumpulan Orang Betawi yang mengklaim hanya menerima anggota yang benar-benar orang Betawi 100%.
Lalu ada pula AKBBAR (Asosiasi Keluarga Besar Betawi Aplikasi Reformasi) Organisasi Betawi yang merupakan kumpulan orang Betawi, orang yang memiliki KTP Betawi (red: DKI Jakarta) dan orang-orang yang bener-benar ingin membangun Betawi (red: DKI Jakarta).
Beberapa waktu yang lalu sempat berkibar pula FORKABI (Forum Komunikasi Masyarakat Betawi) yang setelah bertahun-tahun muncul tanpa arti, tapi setelah dibedah, didandani dan dirapihkan oleh kelompok partai tertentu; kembali memploklamirkan diri dengan wajah yang lebih ‘kinclong’.
Sekilas tentang FBR dulu nih…. Front Betawi Rempug. Organisasi FBR merupakan organisasi masyarakat Betawi yang dianggap paling besar. Hampir setiap kelurahan sampai lingkungan  RW mengenal FBR. Gardu-gardunyapun bertebaran di seantero Jabodetabek. Keberadaannyapun diakui di peta perpolitikan DKI Jakarta. Organisasi besar ini dikomandani oleh KH. Fadholy semasa hidupnya.
Kini, setelah masa berpulangnya KH Fadholy, FBR mengalami banyak permasalahan. Mulai dari persoalan di tubuh organisasinya, banyaknya oknum FBR yang berulah tingkah memalukan sehingga mencoreng citra FBR, adanya upaya penggembosan dari pihak-pihak luar ditambah lagi adanya keputusan pembekuan sementara tanpa kepastian maksud pembekuan yang jelas, membuat para anggota FBR yang selama ini berkibar sebagai organisasi nomor ‘wahid’ di DKI semakin seperti kehilangan ‘ruh’nya.
Atas inisiatif mantan panglima FBR, H. Amirolluh yang merupakan tangan kanan KH. Fadholy, para anggota FBR membentuk sebuah organisasi baru yang diberi nama FBB (Front Betawi Bersatu).
Sesuai dengan namanya, FBB merupakan kumpulan dari organisasi-organisasi Betawi yang ingin turut serta mengawal pemerintahan yang bersih, solid dan berpihak ke masyarakat. Amirulloh ingin mengubah citra organisasi Betawi. Bila selama ini ada anggapan bahwa organisasi Betawi berorientasi hanya kumpul-kumpul, mabuk dan bikin onar, maka H. Amirulloh ingin organisasi ini berorientasi religius. Religius bukan hanya islam saja, tetapi FBB merupakan milik semua agama yang diakui di Indonesia. FBB juga bukan Betawi saja, tetapi FBB juga merupakan milik dari suku Jawa, Padang, Sunda, Bugis, Flores, Maluku, Papua.
“Pokoknya, semua suku, agama dan etnis yang ada di Indonesia… bisa bergabung dalam FBB. FBB milik semua….!”, tegas H. Amirulloh yang merupakan The  President of FBB.
“Yang penting, setiap orang yang ingin masuk ke FBB adalah orang-orang yang siap untuk membangun seluruh Indonesia, DKI Jakarta khususnya. Karena Jakarta adalah ibukota negara, Jakarta adalah barometer dan Jakarta adalah cerminan wajah Indonesia…”, tandas H. Amirulloh lagi.
Amirulloh merangkul KH. Agus Darmawan Iskandar, SE sebagai penasihat untuk bersama-sama berjuang menggiring para anggota yang ingin berkomitmen mengawal pemerintah.
Hari ini, 17 Mei 2011, bertepatan dengan harpitnas ( hari kejepit nasional ) FBB mengadakan pertemuan di panti asuhan MAULIDIA FITRI di Jatibening I, Bekasi. FBB menyusun rencana untuk ikut mensukseskan program Tabligh Akbar Nasional yang akan digelar tanggal 29 Juli 2011 di lapangan Monas.
Rencananya FBB akan mengirimkan lebih dari 1000 anggota. H. Amirulloh ingin agar lebih dari seribu anggota FBB ikut bertabligh Akbar, menyuarakan nama Allah dengan lantang.
Kita masih menunggu kelanjutan konsolidasi dari para laskar Betawi ini.

KEBUDAYAAN BETAWI

Betawi mempunyai kebudayaan yang terdiri dari : Lenong, Tari Cokek,. Dan memiliki alat music seperti : Rebana, samrah, gambang kromo. Dan betawi mempunyai makanan khas lebaran diantaranya : ketupat lebaran, dodol betawi,akar kelapa, tape uli,
©Lenong adalah teater tradisional Betawi. Kesenian tradisional ini diiringi musik gambang kromong dengan alat-alat musik seperti gambang, kromong, gong, kendang, kempor, suling, dan kecrekan, serta alat musik unsur Tionghoa seperti tehyan, kongahyang, dan sukong. Lakon atau skenario lenong umumnya mengandung pesan moral, yaitu menolong yang lemah, membenci kerakusan dan perbuatan tercela. Bahasa yang digunakan dalam lenong adalah bahasa Melayu (atau kini bahasa Indonesia) dialek Betawi.
©Tari Cokek merupakan tarian yang berasal dari budaya Betawi Tempo Doloe. Dewasa ini orkes gambang kromong biasa digunakan untuk mengiringi tari pertunjukan kreasi baru, pertunjukan kreasi baru, seperti tari Sembah Nyai, Sirih Kuning dan sebagainya, disamping sebagai pengiring tari pergaulan yang disebut tari cokek. Tari cokek ditarikan berpasangan antara laki-laki dan perempuan. Tarian khas Tanggerang ini diwarnai budaya etnik China. Penarinya mengenakan kebaya yang disebut cokek. Tarian cokek mirip sintren dari Cirebon atau sejenis ronggeng di Jawa Tengah. Tarian ini kerap identik dengan keerotisan penarinya, yang dianggap tabu oleh sebagian masyarakat.
©Samrah adalah salah satu budaya Betawi. Orkes samrah berasal dari Melayu sebagaimana tampak dari lagu-lagu yang dibawakan seperti lagu Burung Putih, Pulo Angsa Dua, Sirih Kuning, dan Cik Minah dengan corak Melayu, disamping lagu lagu khas Betawi, seperti Kicir-kicir, Jali-jali, Lenggang-lenggang Kangkung dan sebagainya. Tarian yang biasa di iringi orkes ini disebut Tari Samrah. Gerak tariannya menunjukkan persamaan dengan umumnya tari Melayu yang mengutamakan langkah langkah dan lenggang lenggok berirama, ditambah dengan gerak-gerak pencak silat, seperti pukulan, tendangan, dan tangkisan yang diperhalus. Biasanya penari samrah turun berpasang-pasangan. Mereka menari diiringi nyanyian biduan yang melagukan pantun-pantun bertherna percintaan dengan ungkapan kata-kata merendahkan diri seperti orang buruk rupa hina papa tidak punya apa-apa
©Rebana adalah gendang berbentuk bundar dan pipih. Bingkai berbentuk lingkaran dari kayu yang dibubut, dengan salah satu sisi untuk ditepuk berlapis kulit kambing. Kesenian di Malaysia, Brunei, Indonesia dan Singapura yang sering memakai rebana adalah musik irama padang pasir, misalnya, gambus, kasidah dan hadroh.
Bagi masyarakat Melayu di negeri Pahang, permainan rebana sangat populer, terutamanya di kalangan penduduk di sekitar Sungai Pahang. Tepukan rebana mengiringi lagu-lagu tradisional seperti indong-indong, burung kenek-kenek, dan pelanduk-pelanduk. Di Malaysia, selain rebana berukuran biasa, terdapat juga rebana besar yang diberi nama Rebana Ubi, dimainkannya pada hari-hari raya untuk mempertandingkan bunyi dan irama.
©GAMBANG KROMONG
Sebutan Gambang Kromong di ambil dari nama dua buah alat perkusi, yaitu gambang dan kromong. Bilahan Gambang yang berjumlah 18 buah, biasa terbuat dari kayu suangking, huru batu atau kayu jenis lain yang empuk bunyinya bila dipukul. Kromong biasanya dibuat dari perunggu atau besi, berjumlah 10 buah (sepuluh pencon).
Orkes Gambang Kromong merupakan perpaduan yang serasi antara unsur-unsur pribumi dengan unsur Tionghoa. Secara fisik unsur Tionghoa tampak pada alat-alat musik gesek yaitu Tehyan, Kongahyan dan Sukong, sedangkan alat musik lainnya yaitu gambang, kromong, gendang, kecrek dan gong merupakan unsur pribumi. Perpaduan kedua unsur kebudayaan tersebut tampak pula pada perbendarahaan lagu-lagunya.
©KETUPAT LEBARAN
Hidangan yang wajib ada saat lebaran adalah ketupat, baik lebaran puasa (Iedul Fitri) maupun lebaran haji (Iedul Adha). Tidak ada lebaran kalau tidak ada ketupat, itu lah pengistilahan untuk ketupat saat lebaran. Mungkin bukan tradisi di Betawi saja, di daerah lain di Indonesia juga hidangan ketupat lebaran menjadi tradisi turun menurun, bahkan di Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei.Makanan yang berbahan dasar beras yang dibungkus dengan daun kelapa ini sangat diidentikkan dengan lebaran. Biasanya disajikan dengan sayur labuh, opor ayam, atau semur daging. Tradisi hidangan ketupat lebaran yang turun menurun ini selalu disuguhkan ketika lebaran tiba.
©DODOL BETAWI
Bagi masyarakat Betawi, proses pembuatan dodol tersirat makna sosial di dalamnya. Proses pembuatannya yang sulit dibutuhkan semangat bergotong royong dan semangat kebersamaan. Dari sini lah dibutuhkan kerja sama dan secara tidak langsung tali silaturahmi antar keluarga makin erat terjalin.
Tapi kini, sudah tidak ada keriangan membuat dodol betawi yang khas itu, bukan hanya saya yang berasal dari masyarakat Betawi di Bekasi, ketika mengunjungi keluarga yang berasal dari masyarakat Betawi lain seperti di Jakarta, punya cerita yang sama. Mungkin adanya kesibukan masing-masing keluarga, atau adanya pergeseran kebiasaan yang tidak bisa dipertahankan dari tahun ke tahun semakin menghilang karena satu atau lain sebab.
©AKAR KELAPA
Makanan yang menyerupai bentuk akar yang berbahan tepung beras putih, kelapa, tepung sagu dan bahan-bahan lainnya dulunya sering sekali dibuat saat lebaran. Dari tahun ke tahun sewaktu kecil, beberapa hari sebelum lebaran sudah sibuk membuat makanan ini. Tanpa disadari, kini kebiasaan membuat akar kepala pun hilang.
©TAPE ULI
Makanan ini juga hidangan yang selalu ada saat lebaran, baik di keluarga besar saya maupun keluarga betawi lain di satu kampung masih menghidangkan makanan ini saat lebaran. Makan ini terdiri dari dua makanan, yaitu tape beras ketan merah dan uli sendiri merupakan campuran beras ketan putih dan kelapa yang dikukus.
Uli yang dicocol (dicampur) tape saat memakannya, membuat makanan ini sangat nikmat, menjadikan makanan ini salah satu makanan favorit masyarakat Betawi.

Jumat, 20 April 2012

WISATA PESISIR PANTAI MARUNDA

Pantai Marunda pun Diserbu WargaPantai Marunda pun Diserbu Warga

MARUNDA Selain kawasan Ancol,  kawasan wisata pesisir Pantai Marunda, Cilincing, Jakarta Utara juga  didatangi ribuan warga untuk menikmati malam tahun baru.
Para pengunjung datang sekalian melihat keindahaan pesta kembang api serta tiupan sirine kapal. Pengunjungpun nampak gembira menyambutnya.
“Saya bersama keluarga setiap tahun ke pantai ini. Selain jaraknya tak jauh dari rumah, juga bisa menikmati keindahan alam laut malam hari yang sertai kembang api” tutur Wawan 45, warga Rorotan, CIlincing Jakarta Utara.
Kegembiraan juga dirasakan oleh Loli 32, warga Bekasi Utara yang bersama teman-temannya memilih ke pantai Marunda untuk menikmati pergantian tahun. Selain melihat panorama pesta kembang api dari kejauhan, suara sirine kapal membuat pengunjung menyambut sorak gempita.
“Daripada jauh-jauh cari tempat, kena macet mendingan ke pantai marunda lokasinya sangat dekat” ujarnya.
Sementara itu Lurah Marunda, Ali Mudasir, mengaku  sangat senang dengan datangnya masyarakat ke pantai itu untuk menikmati malam pergantian tahun. Iapun meminta agar warga maupun pengujung untuk menjaga dan memperhatikan kebersihan lingkungan pantai.
“Saya memperkirakan ada sebanyak  1.250 pengunjung yang datang ke lokasi pantai Marunda. Selain bisa menikmati keindahan gemerlap pantai, pengunjung juga menikmati sajian makanan laut di lokasi tersebut,”jelas Ali Mudasir. (MIRZAL)

Kamis, 19 April 2012

warga marunde cinte same nabi muhammad s.a.w




Jakarta asyari 27 tahun ketua panitia,pelaksana maulid nabi muhammad s.a.w menceritakan begitu meriahnya maulid nabi yang diselenggarakan tahun ini, karena IRMANUJA (ikatan remaja masjid nurul jannah) diamanahkan sebagai pelaksana, acara tersebut, beliau mengatakan "banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, terutama tmn -tmn IRMANUJA, dan juga smua warga marunda khususnya sungai tiram,alhamdulillah tamu berdatangan dari beberapa majlis taklim yang ada diwilayah marunda,maulid tahun ini mengambil tema " Melalui syirah nabi muhammad s.a.w gapai semangat pemuda menghidupkan sunah rosulullah s.a.w" tema ini membawa pesan agar kita khususnya anak -anak muda mampu menjadikan rosulullah sebagai teladan disetip kehidupan, sehingga sunah-sunah yang telah banyak ditinggalkan kaum muslimin, dapat dihidupkan kembali ditengah-tengah masyarakat" demikianlah wawancara team redaksi kami kpd ketua pelaksana beliau menambahkan bahwa dalam tahap pembangunan masjid nurul jannah masih banyak membutuhkan dana, agar seluruh kaum m uslimin khususnya marunda dapat membantu proses pembangunan ini,...adapun moment - moment tersebut dapat kami abadikan ,


Rabu, 18 April 2012

Budidaya Ikan Bandeng



Blogiztic.netIkan bandeng merupakan ikan yang mempunyai protein yang tinggi baik untuk kesehatan tubuh manusia. Budidaya ikan bandeng belum maksimal di wilayah Indonesia, dibutuhkan perhatian dan pelaksanaan yang intensif agar hasil panen bandeng tidak rugi.

Informasi seputar budidaya ikan bandeng bisa anda dapatkan sekarang juga. Blogiztic akan mengulas budidaya ikan bandeng yang benar sebagai berikut.
Pemilihan benih yang unggul
Pemilihan benih yang unggul harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
- bentuk normal, perbandingan panjang dan berat ideal
- ukuran kepala relatif kecil
- susunan sisik tratur, licin, mengkilat, tidak ada luka
- gerakan licah dan normal
  - umur antara 4-5 tahun